Betemunya 2 Pengepul

By | July 31, 2016 |
83 views

Betemunya 2 Pengepul

Siang itu sangat cerah sekali. Di suatu kota besar terlihat orang-orang sedang beristirahat dari aktivitasnya. Banyak para karyawan kantor yang beristirahat di mushala yang telah disediakan oleh kantor dan ada pula yang sedang duduk-duduk santai di kursi beberapa toko yang menyajikan makanan fastfood serta ada pula yang mampir di warteg yang memiliki harga bersahabat bagi dompet para karyawan. Setelah melaksanakan shalalat Dzuhur seorang mahasiswa duduk di atas bangku panjang dibawah pohon mangga yang ada ada di pinggir jalan. Duduk sambil memandangi sebuah buku catatan.

“Kamu sedang apa Ki? Serius amat hehe..” Dafi menghampiri dan menepuk pundak Oki.

“Oh kamu Fi, aku sedang menganalisis tugasku dari Pak Joko. Bagaimana denganmu Fi? Tugasmu sudah selesai?”

“Alhamdulillah sudah, aku disuruh mencari mencari contoh nyata di lingkungan sekitar orang-orang yang mengajak kepada kebaikan. Bagaimana dengan tugasmu?”

“Aku disuruh Pak Joko untuk mencari contoh nyata di lingkungan sekitar orang-orang yang mengajak kepada dosa. Maka aku datang ke suatu kafe, disana menyediakan perjudian dan minuman keras, setiap orang yang datang berjudi disuguhi minuman beralkohol, dan kebanyakan orang berjudi dengan taruhan siapa yang menang. Setiap hari tercatat ada seratus lima puluh orang lebih yang mengunjungi kafe tersebut. Aku tidak tahu pesis apakah kafe tersebut telah memiliki izin buka usaha atau ilegal, yang jelas tempatnya hampir dekat di pusat kota. Alangkah ruginya orang-orang tersebut ya Fi?”

“Iya, tapi tenang saja Ki di sudut kota ini yang lain masih banyak kok yang mengajak kepada kebaikan. Aku meneliti sebuah komunitas yang mengajak dan mengingatkan para anggotanya untuk melaksanakan program shalat tahajud dan shalat duha setiap hari dengan cara menelpon atau mengirim sms ke setiap anggotanya. Selain itu ada juga program untuk mengeluarkan sedekah setiap sebulan sekali  dan uangnya akan disalurkan ke beberapa panti asuhan di kota ini. Anggota komunitas itu banyak sekali, ada sekitar empat ribu orang. Aku juga berniat untuk bergabung dengan komunitas itu. Komunitasnya bernama Peduli Sesama, bukan Jalan Sesama yah.. Itu mah judul program TV anak-anak hehe.. Apa kamu mau ikut bergabung dengan ku Ko menjadi anggotanya?”

“InsyaAllah aku ikut denganmu Fi. Oh ya, kalau direnungkan amatlah celaka ya Fi orang-orang yang mengajak kepada jalan dosa itu dan amat beruntung orang-orang yang mengajak kepada kebaikan. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW : Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda : “ Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala mereka. Barang siapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia juga turut berdosa sebagaimana dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim). Itu artinya jika kita melakukan kebaikan dan ada orang yang mengikuti kebaikan kita maka kita akan mendapat pahala tambahan dari Allah seperti orang yang mengikuti kita tanpa mengurangi pahala orang yang telah meniru kebaikan kita. Dan sebaliknya jika ada orang yang mengikuti keburukan atau dosa yang kita lakukan, maka kita juga akan mendapatkan dosa tambahan seperti dosa yang dilakukan oleh orang yang meniru dosa yang kita lakukan tanpa mengurangi dosanya. Dan yah, hidup ini seperti kita menabung Fi, dan di akhiratlah kita mendapat tabungan itu. Allah memberi kita kebebasan pilih nabung buat syurga atau akhirat? Semua itu kita yang memilih. Dan sebaiknya kita harus menjaga akhlak serta lisan kita, karena bisa saja orang lain meniru atau mengikuti apa yang kita lakukan atau kita ucapkan.”

“Wah bener banget kamu Ki. Uda kaya ustadz aja perkataannya. Tapi ga salah juga sih hehe.. Ga salah yah Pak Joko memberi tugas ini, banyak sekali ilmu baru yang dapat kita pelajari hari ini. Oh ya Ki, setelah ini kamu mau kemana?”

“Aku mau ke perpustakaan masih ada tugas ynag harus aku kerjakan.”

“Aku ikut denganmu Ko, aku juga ingin membaca buku  untuk menambah ilmu. Wah kamu dapet pahala tambahan dong yah, kan aku ikut denganmu untuk kebaikan.. hehe..”
“Aamiin…”  Jawab oki sambil tersenyum.

            Dari cerita di atas kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita harus menjaga perilaku dan perkataan kepada siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Karena kita tidak pernah tida pernah tahu bagaimana sikap orang-orang tersebut setelah memperhatikan dan mendengarkan ucapan kita. Karena sudah jelas imbalan dari setiap perbuatan. Tidak pernah akan merugi bagi setiap kebaikan.

Save