Mengatasi Penyakit Meningitis atau Radang Selaput Otak

By | February 20, 2013 |
252 views

Mengatasi Penyakit Meningitis atau Radang Selaput Otak

anfaku.com – Meningitis atau Radang Selaput Otak adalah penyakit yang disebabkan oleh peradangan membrane pelindung yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis adalah penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan organ secara permanen hingga kematian.

Gejala umum yang muncul dari meningitis adalah:

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Mual / muntah
  • Penurnan kesadaran dan pada anak biasanya disertai dengan kaku kuduk (kaku di leher) terkait dengan kesadaran
  • Ketidakmampuan untuk mentolerir cahaya (fotofobia) atau suara keras (fonofobia).
  • Tampak kebingungn
  • Tidak mampu untuk bangun dari tidur hingga tak sadarkan diri.
  • Meningitis yang disebabkan oleh bakteri meningokokus biasanya disertai dengan ruam yang khas disekujur tubuh.

 Gejala meningitis pada bayi :

  • Bayi tampak lemah
  • TIdak aktif seperti biasanya
  • Gemeteran
  • Muntah
  • Tidak mau minum susu atau makan
  • Kejang pda tengkuk
  • Rewel / gelisah
  • Menangis terus menerus
  • Ada benjolan di kepala

Meningitis dapat menyerang siapa saja, jika dikelompokkan berdasarkan usia maka yang rentan terserang oleh meningitis adalah:

1. Anak-anak.

Anak usia satu tahun berada dalam posisi paling rentan terhadap meningitis. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 6-10 persen dari anak-anak berusia di bawah 12 bulan yang terkena penyakit ini jika tidak ditangani secara cepat dapat menyebabkan kematian.

 2. Remaja dan dewasa

Mereka yang berusia 15 – 24 tahun adalah kelompok yang rentan terhadap meningitis karena perubahan gaya hidupnya seperti merokok, clubbing dan traveling.

 3. Lanjut usia

Daya tahan tubuh yang mulai menurun menjadi faktor yang menyebabkan kelompok ini rentan terhadap Meningokokus.

  • Cara Mendiagnosa Penyakit Meningitis

Untuk mendiagnosa pasien mengalami mengitis harus lewat pemeriksaan yang akurat untuk mengerahui penyebabnya, baik oleh virus, bakteri maupun jamur, karena beda penyebabnya beda juga pengoabtan yang harus dijalankan.

 Perlu dilakukan pemeriksaan Lumbar puncture (pemeriksaan cairan selaput otak) untuk memastikan seorang pasien menderita meningitis. Dokter akan memasukkan jarum ke dalam kanal tulang belakang untuk mengambil sampel cairan serebrospinal (CSF) yaitu cairan yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. CSF tersebut kemudian diperiksa di laboratorium medis.

  • Cara Mengobati Penyakit Meningitis

Pengobatan umum untuk meningitis adalah aplikasi yang cepat dari antibiotik dan obat, kadang-kadang antivirus. Dalam beberapa situasi, obat kortikosteroid juga dapat digunakan untuk mencegah komplikasi dari peradangan yang terlalu aktif. Meningitis dapat menyebabkan serius konsekuensi jangka panjang seperti defisit tuli, epilepsi, hidrosefalus dan kognitif, terutama jika tidak ditangani dengan cepat.

Pemberian antibiotik secara Infus (intravenous) adalah langkah yang baik untuk menjamin kesembuhan serta mengurang atau menghindari resiko komplikasi. Antibiotik yang diberikan kepada penderita tergantung dari jenis bakteri yang ditemukan.

Adapun beberapa antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter pada kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis antara lain Cephalosporin (ceftriaxone atau cefotaxime). Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes akan diberikan Ampicillin, Vancomycin dan Carbapenem (meropenem), Chloramphenicol atau Ceftriaxone.

Treatment atau therapy lainnya adalah yang mengarah kepada gejala yang timbul, misalnya sakit kepala dan demam (paracetamol), shock dan kejang (diazepam) dan lain sebagainya.

  • Cara Mencegah Penyakit Meningitis

Beberapa bentuk meningitis (seperti yang terkait dengan meningokokus, Haemophilus influenzae tipe B, pneumococci atau infeksi virus gondok) dapat dicegah dengan imunisasi.

Vaksin ini biasanya diberikan pada orang berisiko tinggi seperti remaja, wisatawan yang ingin ke daerah endemik, personil militer dan jamaah haji atau umroh.

Adapun vaccine yang telah dikenal sebagai pencegahan terhadap meningitis diantaranya adalah ;
– Haemophilus influenzae type b (Hib)
– Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7)
– Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV)
– Meningococcal conjugate vaccine (MCV4)

sumber : anakibu.com